oleh

Ayam Kinantan Dalam Bahaya


Medan (pewarta.co)

Saat ini PSMS Medan berada dalam bahaya. Jadi saat menjalani laga “hidup mati” pada pekan ke-29 Liga 1, tim Ayam Kinantan harus mampu bermain figth untuk meraih poin penuh saat kontra Borneo FC di Stadion Teladan, Sabtu (3/11/2018) malam.

Laga nanti menentukan nasib bagi PSMS untuk bertahan di Liga 1 atau tidaknya. Jika PSMS menang, mereka masih memiliki kans keluar dari zona degradasi. Sebab kalau dilihat dari point di klasemen sementara Liga Indonesia, PSMS berada diposisi bawah.

Jadi setidaknya jumlah poin dari tim-tim lain bisa dikejar. Namun, jika menelan kekalahan lagi, peluang tim Ayam Kinantan bertahan di Liga 1 musim depan pun menipis.

Dan situasi sulit itu, diakui pelatih PSMS, Peter Butler untuk meraih kemenangan. Pada laga kandang, mereka selalu kandas.

Padahal satu faktor untuk keluar dari zona degradasi, mampu memanfaatkan laga kandang dengan memetik poin penuh.

“Saya selalu kasih motivasi buat pemain, untuk tampil fight dan harus berjuang. Kalau kita menang, tentu kita masih punya peluang. Tapi kalaupun kita kalah, tetap ada kalau kita berhasil menang di kandang lawan. Saya tahu di kandang kita selalu masalah, ntah kenapa kita kalah. Justru main di luar malah Legimin cs percaya diri,” kata Peter Butler saat temu pers jelang pertandingan, di Gedung PSMS, Kebun Bunga, Jumat (2/11/2018).

Dia tahu Borneo memiliki pemain berkualitas, tapi kali ini, Butler tak mau anak asuhnya kandasnya lagi saat bermain dirumah sendiri.

Walaupun beberapa pemain pilarnya yang dibadai cedera, namun Butler yakin semua pemainnya akan bermain dengan kekuatan penuh.

“Saya sangat yakin untuk besok. Kerja sama dalam grup baik. Kita semua tetap fokus dan coba dapat tiga poin. Saya kasih kepercayaan seratus kepada pemain untuk lawan Borneo besok. Kita tidak takut hadapi Borneo walaupun mereka punya pemain bagus,” kata Pelatih asal Inggris itu mengakhiri.

Sementara Borneo FC datang ke Medan tidak dalam kekuatan penuh menghadapi PSMS Medan pada pekan 29 Liga 1.

Sebab tim berjuluk Pesut Etam tersebut, harus kehilangan lima pemainnya, yang diantaranya gelandang Sultan Samma dibekap cedera pascamelawan Bhayangkara FC pekan lalu. Sedangkan Wahyudi Hamisi dan Tijani Belaid masih menjalani sanksi larangan bertanding.

Begitu juga dengan kapten tim, Diego Michiels juga harus absen, karena akumulasi kartu. Serta terakhir Muhammad Ridho yang dipanggil timnas Indonesia.

Pelatih Kepala Borneo FC, Dejan Antonić mengatakan, kondisi kehilangan banyak pemain sudah jelas sangat dirasakan tim tuan rumah dan akan dimanfaatkan dengan baik. Tapi hal tersebut menurut Dejan tak akan menggangu performa timnua dilaga sore nanti.

“Kita sama-sama kehilangan banyak pemain. Hal ini sudah biasa tidak ada masalah, saya percaya anak-anak akan bekerja keras dan pakai hati untuk bermain,” katanya saat konfrensi pers,.

Bagi juru taktik asal Serbia itu, semua tim di Liga 1 mengalami hal yang sama dengan timnya. Hal ini disebebkan jadwal yang pada dari operator Liga 1.

“Saya tahu banyak tim yang didera cedera karena tiap minggu langsung main. Ini Berat untuk pemain, bagi yang duduk di atas (PT LIB) tidak akan mengerti hal ini. Tapi Saya setiap hari bersama pemain, sehingga saya tahu itu berat. Jadi saya berharap kami menyelesaikan Liga dengan tidak ada cedera,” ungkapnya.

Meski banyak anak asuhnya yang cedara, Antonić optimis akan tetap bisa mencuri poin di Stadion Teladan.

“Kita harus fokus dan disiplin, Puji Tuhan kalau kita bisa curi poin. Karena semua tim yang datang kemari pasti memiliki target untuk bisa mencuri poin dan kami akan lakukan itu,” tutupnya. (Dimitri/red)

Facebook Comments

News Feed