oleh

Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Palu, Kapolri dan Panglima TNI Sambut Kunjungan Kerja Presiden RI 

Jakarta (pewarta.co) – Presiden RI Ir H Joko Widodo didampingi beberapa menteri, yakni Mensos, Menpupera, Menhub, Menkominfo dan Menteri KKP melakukan kunjungan kerja di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Minggu (30/9/2018).

Kedatangan Presiden RI Ir H Joko Widodo yang didampingi enam menteri kabinet kerja ini disambut Menkopolhukam, Kapolri, Panglima TNI, Ka Basarnas, Ka BNPB dan Gubernur Sulteng, saat mendarat di Bandara Mutiara Kota Palu.

Presiden RI Ir H Joko Widodo beserta rombongan ini datang ke Kota Palu untuk melakukan peninjauan dan pengecekan terhadap upaya-upaya penanganan tanggap darurat pasca gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Kota Palu pada Jumat, (28/9/2018).

Setelah mendarat dan turun dari pesawat Kepresidenan, Presiden RI langsung melakukan rapat internal dengan para pejabat terkait dan para menteri, guna mendengarkan update situasi dan kondisi penanganan bencana pasca gempa dan tsunami.

Selain itu, Presiden RI Ir H Joko Widodo juga melakukan pengarahan kepada para prajurit TNI dan anggota Polri yang terlibat tanggap darurat, serta memberikan motivasi terhadap kegiatan kemanusiaan yang dilakukannya.

Setelah melakukan rapat internal, Presiden RI Ir H Joko Widodo yang didampingi enam menteri kabinet kerja serta Kapolri dan Panglima TNI ini kemudian melakukan peninjauan ke beberapa lokasi seperti Rumah Sakit, Roa-Roa, Pom Bensin dan Kantor Walikota.

Setelah rapat internal dengan Presiden RI yang dilanjutkan melakukan peninjauan di beberapa tempat, Kapolri Jenderal Pol Prof H M Tito Karnavian PhD beserta Kapolda Sulteng dan Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri juga melakukan rapat internal di Mapolda Sulteng.

Usai rapat internal, Kapolri Jenderal Pol Prof H M Tito Karnavian PhD beserta Kapolda Sulteng dan PJU Mabes Polri juga melakukan peninjauan di beberapa lokasi antara lain Mapolda Baru, Kantor Ditlantas dan Dit Polair di Talise, Bara Roa dan Hotel Roa-Roa. 

“Peninjauan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi terakhir di lokasi tersebut dan hal-hal yang dibutuhkan. Kita (Polri) turut prihatin atas bencana gempa dan tsunami yang terjadi dan mengucapkan terimakasih atas respon yang cepat terhadap bencana tersebut,” kata Kapolri dalam siaran persnya yang dihimpun pewarta.co, Senin (1/10/2018).

Lanjut dikatakan Kapolri, untuk segera mendatakan anggota Polri yang menjadi korban, baik gugur dalam menjalankan tugas, yang hilang dan luka-luka. “Berikan segera hak-haknya, sedangkan yang sakit untuk dirawat/dirujuk ke rumah sakit,” pinta Kapolri yang didampingi Asrena, Aslog, As SDM Polri, Kadiv Propam, Karodalops, Kapusdokkes, Karo Penmas, Dir Polair dan Dir Polud Baharkam Polri.

Ditambahkan Kapolri, pihaknya akan mengirimkan bantuan personel 1.400 orang dari Polda jajaran dan Mabes Polri, bantuan mobil dan kapal Water treatment, tenda, mobil truck, sepeda motor, sedan patroli, field bed, bahan pokok dan lain-lain.

“Inventarisir Mako Polri yang alami kerusakan, agar segera dilakukan pembersihan, lakukan penjagaan di SPBU, mini market maupun gudang-gudang sembako sehingga tidak terjadi perjarahan, serta tempatkan public addres di tempat-tempat keramaian untuk beri himbauan kepada masyarakat,” himbau Kapolri.

Kapolri juga meminta agar melakukan koordinasi dan kerjasama dengan BNPB, Basarnas, TNI, Mensos maupun pihak terkait dalam upaya pencarian dan evakuasi korban, serta mitigasi dalam rangka percepat pemulihan, termasuk turunkan tim untuk trauma healing.

Pada kesempatan itu, Kapolri juga memberikan bantuan sebesar 10 miliar rupiah kepada Kapolda Sulteng untuk mempercepat penanganan bencana gempa dan tsunami tersebut. (Dedi/red)

Facebook Comments

News Feed