oleh

Kades Terjaring OTT di Polres Batubara Diminta ‘Bernyanyi’

Batubara (Pewarta.co)-Kepala Desa (Kades) terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Desa Durian, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batubara diminta ‘bernyanyi’.

Itu dimaksudkan agar praktek pungli oknum auditor inspektorat bisa terbuka secara terang benderang.

Penegasan tersebut dinyatakan Ketua  Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja) Kabupaten Batubara, Jasmi Assayuti SH MH kepada pewarta.co, Sabtu (11/8/2018).

Menurut Jasmi, OTT Kades Durian berinisial HI bersama tiga oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Inspektorat Pemkab Batubara berinisial JO, VH dan YBO pada hari Kamis 9 Agustus 2018 kemarin merupakan potret buruk kinerja oknum pejabat di Kabupaten Batubara.

Jasmi menduga praktek ini tidak saja terjadi di Desa Durian, akan tetapi juga terjadi di desa-desa lain di Batubara.

Hanya saja, para oknum Kades lainnya masih bernasib mujur,” katanya.

Lanjut dia, indikasi penyelewengan anggaran serta praktek pungli Alokasi Dana Desa (ADD) bukan lagi menjadi rahasia umum.

Hal itu terlihat dari hingar bingar masyarakat dalam aksi unjukrasa yang meminta persoalan ADD diusut.

Namun, karena adanya sistem ‘bolo-bolo’ yang diduga diperankan oknum-oknum pejabat nakal makanya dugaan penyelewengan ADD sukar terjamah hukum.

Oleh karena itu, Kades HI diharapkan mau membeberkan praktek pungli yang dilakukan auditor Inspektorat.

Karena diduga hasil ‘pungli’ tersebut mengalir ke oknum pejabat di atasnya.

Selain itu, Kades juga diminta berani membuka ulah oknum pejabat di instansi lain yang turut ambil bagian menikmati ADD.

“Misalnya oknum pejabat BPMPD, Inspektorat dan oknum pejabat di tingkat kecamatan,” pungkas ketua Aswaja. (ril/rks)

Facebook Comments

News Feed